Thursday, November 15, 2007

HATI YANG GEMBIRA

Secara mendasar, sebenarnya sumber kehidupan manusia itu adalah hatinya. Ketika kita bersedih, maka itu akan berdampak pada kegiatan kita sehari-hari. Begitu pula jika sebaliknya, apabila kita bergembira, maka sepertinya segala sesuatu dapat kita lakukan dengan penuh semangat. Penampilan kita, perkataan kita dan tindakan kita secara langsung atau tidak langsung juga dipengaruhi oleh kondisi hati kita sendiri.

Alkitab juga menegaskan bahwa hati yang gembira adalah obat. Ini tentu bukan sekedar untuk menyenangkan hati orang percaya, sehingga ia merasa tak perlu lagi ada obat, dokter, atau memelihara kesehatannya. Alasannya jika hati kita diliputi hati yang gembira kita bisa sembuh dan tidak terkena sakit.

Konteks pemahamannya tentu tidaklah sesederhana itu. Kegembiraan hati yang bisa menjadi obat, lebih mengarah pada semangat hidup. Sebab, karakter orang yang selalu bergembira di dalam Kristus, tentunya akan menyiratkan kasih dan kuasa Kristus dalam hidupnya. Jika kasih dan kuasa itu ada dalam kehidupan orang percaya, maka Tuhan sendirilah yang akan bertindak dalam segala sesuatunya di kehidupan kita. Dan itu akan terpancar aliran-aliran air hidup dari dalamnya.

Secara sederhana hal ini bisa digambarkan, bahwa kegembiraan hati dalam iman dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, memiliki potensi kasih dan kuasa Allah yang dahsyat. Dengan demikian, bukan hanya penyakit secara fisik saja yang akan terangkat, tapi segala penderitaan dan kutuk yang melingkupi hidup kita.

Berarti, secara manusiawi kita harus tetap memelihara kegembiraan tersebut sebab kita sebagai manusia sangat mudah kecewa dan putus asa. Kegembiraan akan menghasilkan semangat yang dahsyat, sehingga segala sesuatu pekerjaan atau tindakan akan memberikan hasil yang gemilang. Tetapi, bila setiap hari kita selalu bersedih, tidak bersemangat dan selalu mengeluh hal itu akan membuat kita tidak bersemangat dalam menjalani kehidupan ini. Bagaimana kita bisa bergerak dengan benar, jika kehidupan ini masih digelayuti keraguan, ketakutan, dan ketidakpastian?

Saya ada beberapa tips agar hati kita bisa selalu bergembira sepanjang hari semoga berguna yah:
1. Setelah bangun pagi mulailah dengan berdoa dan bersyukur pada Tuhan sebab ia telah memberi hari dan hidup yang baru pada kita.
2. Bacalah pula Firman Tuhan dan mintalah dan tanamkan tekat yang kuat agar hari itu kita bisa melakukan, segala sesuatu dengan dasar kasih Kristus.
3. Kemudian usahakanlah agar ada kegembiraan, misalnya dengan menyetel musik yang bernada gembira. Dan
4. Jauhkan dan singkirkanlah persoalan yang berat

JAWABAN DOA

Siapapun orangnya pasti akan merasa kecewa ketika doanya belum juga dijawab oleh Tuhan. Meski begitu, Allah tetap memiliki alasan dan jawaban yang tepat atas doa-doa kita. Setidaknya ada empat jenis jawaban yang Allah akan berikan pada kita, yaitu:

1. Ketika Allah berkata, “Tidak”
Mungkin permohonan doa kita tidak benar. Tidak mungkin Allah mengabulkan doa kita jika kita menginginkan kehancuran musuh kita atau pun agar orang yang kita benci tersebut mendapat celaka. Ini karena musuh-musuh yang ada sekarang bukanlah untuk kita “bunuh”, namun biarlah mereka ada agar kita bisa membuktikan penerapan kasih dan kesabaran yang diajarkan Bapa kita.
2. Ketika Allah berkata, “Luruskan”
Allah tentu tidak mengabulkan doa yang berkedok. Kita terus menerus berdoa meminta rumah yang baru dengan dalih untuk tempat pesekutuan namun sebenarnya untuk kepentingan pribadi dan kesombongan semata. Dengan kata lain, Allah ingin doa kita murni tanpa kebohongan.
3. Ketika Allah berkata, “Perlahankan!”
Tidak mungkin Allah memberikan pada kita satu pabrik besar dengan ratusan karyawan apabila saat ini kita belum mampu menangani kesulitan-kesulitan kecil. Tunggulah waktu yang tepat dari Allah, itu jawabannya.
4. Ketika Allah berkata, “Silahkan!”
Orang yang dapat dipercaya dan diandalkan akan memperoleh apa yang ia mohon pada Allah. Jenis orang seperti ini tidak butuh waktu lama sebab Allah berkata, “silahkan!” jadi siapapun anda, jangan pernah bersungut-sungut apabila dalam doa kita ditolak, disuruh menunggu atau diharuskan untuk berkata jujur dulu. Mari terlebih dulu kita berkaca pada diri kita sendiri, apakah doa kita memang doa yang didasari motivasi yang benar. Sebab Allah akan menjawab doa orang yang benar-benar hidup berkenan padaNya siapapun anda!.

Monday, November 12, 2007

Chating Dengan Tuhan

TUHAN : Kamu memanggilKu ?
AKU : MemanggilMu ? Tidak.. Ini siapa ya ?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin
berbincang-bincang denganmu.

AKU : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN : Sedang sibuk apa ? Semut juga sibuk.

AKU : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikit pun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan. Tapi
Produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu,
Produktifitas membebaskan waktu.

AKU : Saya mengerti itu. Tapi saya teta p tidak dapat
menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan
mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada sekedar lewat mimpi, misalnya.

AKU : OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit ?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah
yang membuatnya jadi rumit.

AKU : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa Senang ?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu
banyak ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran
adalah sebuah pilihan.

AKU : Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah
sebuah pilihan.

AKU : Jika Penderitaan itu pilihan,mengapa orang baik selalu Menderita ?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.

AKU : Maksudnya pengalama n pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. Dari segla sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu ? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah ?

TUHAN : Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha - leha.

AKU : Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu
kemana harus melangkah .

TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.

AKU : Kadang - kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan ?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui
tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.

AKU : Di dalam saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi ?

TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh kamu berjalan, daripada masih berapa jauh kamu harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU : Apa yang menarik dari manusia ?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku ?". Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku ?".

AKU : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini ?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU : Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini ?

TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU : Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU : Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

TUHAN has signed out.

Friday, November 9, 2007

YESUS KRISTUS PAHLAWAN SEJATI

Hari ini tanggal 10 november ada sebuah peristiwa yang cukup penting dalam sejarah negeri ini yaitu yang diperingati sebagai “hari pahlawan”. Sebagai orang Kristen yang percaya kita pun mempunyai kewajiban untuk memperingatinya. Tetapi, dalam konteks yang lebih dalam tentunya. Hendaknya kita merefleksikan apa arti kepahlawanan tersebut dalam iman. Sebab, tak sedikit orang salah mengartikan, sehingga makna yang terkandung didalamnya menjadi samar.

Sebagai orang percaya kita hendaknya dapat memfokuskan teladan kepahlawanan kepada Tuhan Yesus Kristus. Coba renungkan dengan tulus, apa yang dilakukan Tuhan kita Yesus Kristus bagi kehidupan kita orang berdosa. Kematiannya di atas kayu salib membuktikan bahwa hanya Dia yang pantas disebut sebagai pahlawan sejati, sebab tanpa kematian Nya di kayu salib tidak akan ada jalan keselamatan dan kita akan selamnya tersesat.

Saya pun dalam pemahaman pelayanan media ini. Turut bersyukur atas peristiwa 10 november 1945 lalu di Surabaya. Pengorbanan para pahlawan yang sangat besar tersebut turut memnentukan nasib bangsa Indonesia saat ini. Perbuatan heroic yang mereka tunjukan membuktikan kecintaannya pada tanah air ini.

Begitu pula kecintaan Tuhan Yesus pada kita orang berdosa ini. Dalam keberadaanNya sebagai “Anak Allah”, menurut pemahaman logis sangat tidak mungkin itu dilakukan. Tetapi, kasih setianNya yang begitu dalam dan besar bagi kita menyebabkan Ia rela mengorbankan diriNya bagi kita semua.